Karang Taruna Grand Prima Bintara (Kartar GPB) mulai memfokuskan arah gerak organisasi pada kemandirian pendanaan sebagai upaya mendukung keberlangsungan program dan kegiatan sosial di lingkungan RW 016 Grand Prima Bintara. Langkah ini dilakukan agar kegiatan Karang Taruna tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran dan dapat berjalan lebih konsisten sepanjang tahun.
Ketua Karang Taruna GPB, Pradipta Aryo Wibowo, menjelaskan bahwa kemandirian pendanaan menjadi kebutuhan penting bagi organisasi kepemudaan di tingkat RW.
“Kami ingin Karang Taruna bisa lebih mandiri, terutama dalam hal pendanaan kegiatan. Bukan berarti dukungan RW tidak ada, tetapi kami memahami keterbatasan anggaran RW yang juga harus dibagi untuk berbagai lembaga lain seperti PKK, Posyandu, dan kegiatan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan kemandirian keuangan, Karang Taruna diharapkan dapat lebih leluasa menyusun dan menjalankan program rutin setiap bulan.
Sebagai langkah konkret, Karang Taruna GPB menjajaki kerja sama dengan KOPAGAMA sebagai unit koperasi dan badan usaha yang ada di lingkungan RW 016. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan semangat ekonomi kreatif yang melibatkan peran aktif pemuda.
Sekretaris Umum Karang Taruna GPB, Raditya Fajar, menyampaikan bahwa bentuk kerja sama yang paling realistis saat ini adalah pengelolaan unit usaha kantin di area sport club atau kolam renang.
“Kami melihat pengelolaan kantin sebagai peluang yang cukup realistis. Konsepnya bukan sekadar jualan, tetapi kami ingin menghadirkan ruang sosial seperti kedai atau kafe yang bisa dinikmati warga maupun pengunjung,” jelasnya.
Menurutnya, melalui kerja sama ini Karang Taruna dapat belajar mengelola usaha sekaligus memiliki sumber pendanaan mandiri untuk mendukung kegiatan sosial.
Dari sisi eksternal, Kepala Bidang Eksternal Karang Taruna GPB, Raihan Barsah, menekankan bahwa kerja sama ini dibangun atas dasar kolaborasi, bukan sekadar permintaan proyek.
“Kami ingin Karang Taruna terlibat dalam sisi kreatif pengelolaan unit usaha KOPAGAMA. Anak-anak muda punya ide dan energi kreatif yang bisa membantu menghidupkan usaha, sementara Karang Taruna juga mendapatkan manfaat untuk mendanai program-programnya,” ungkapnya.
Pembahasan internal terkait skema kemandirian dan kerja sama ini telah dimulai sejak awal Januari 2026. Adapun penjajakan langsung dengan pihak KOPAGAMA direncanakan akan dilakukan setelah peluncuran website RW 016, mengingat Karang Taruna GPB saat ini juga tengah fokus pada pengembangan platform digital tersebut.
Melalui langkah ini, Karang Taruna Grand Prima Bintara berharap dapat membangun organisasi yang lebih mandiri, kreatif, dan berkelanjutan, serta tetap berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungan RW 016 Grand Prima Bintara.
