RW 016 terus berupaya meningkatkan sistem keamanan lingkungan melalui perencanaan pembangunan gate barrier. Koordinator Bidang Kepemudaan dan Olahraga RW 016 sekaligus Ketua Pembuatan Gate Barrier, Bapak Pandu, mengajak Karang Taruna RW 016 untuk bersama-sama mengkaji kebijakan serta konsep pembangunan gate barrier agar tetap selaras dengan kebutuhan warga dan kepentingan umum.
Sebagai tindak lanjut, pada Selasa, 13 Januari 2026, telah dilaksanakan meeting secara daring antara Bapak Pandu dengan Ketua Karang Taruna RW 016, Pradipta Aryo Wibowo, serta Sekretaris Umum Karang Taruna, Raditya Fajar. Pertemuan ini secara khusus membahas berbagai kajian, tantangan, dan solusi terkait rencana pembangunan gate barrier di lingkungan RW 016.
Dalam diskusi tersebut, dibahas sejumlah permasalahan utama, salah satunya adalah bagaimana gate barrier dapat meningkatkan keamanan wilayah tanpa mengganggu aktivitas ibadah di masjid yang berada di dalam lingkungan RW 016. Masjid tersebut merupakan fasilitas umum yang kerap dikunjungi jamaah non-warga, sehingga akses menuju tempat ibadah harus tetap terjaga dengan baik.
Berbagai solusi kemudian dikaji bersama, antara lain:
- Penyediaan kantong parkir di luar pagar,
- Pembuatan pagar atau gerbang baru setelah area masjid,
- Pemanfaatan area kids kampus sebagai lokasi parkir,
- Penerapan tanda pengenal atau kartu identitas bagi tamu dan jamaah masjid non-warga sebagai bentuk sistem screening.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Pandu menegaskan bahwa pembangunan gate barrier tidak dimaksudkan untuk mengurangi jumlah maupun peran petugas keamanan atau satpam.
“Gate barrier ini bukan untuk menggantikan petugas keamanan, melainkan menjadi salah satu sistem utama dalam memperkuat keamanan RW 016. Dengan adanya sistem ini, diharapkan tidak ada lagi aktivitas lalu lintas orang luar yang hanya melintas atau crossing dari satu gerbang ke gerbang lainnya,” tegas Bapak Pandu.
Ia juga menambahkan bahwa rencana pembangunan gate barrier ini masih akan terus dibahas secara mendalam bersama Tim Gate Barrier, Karang Taruna RW 016, serta pengurus RW 016, guna menghasilkan kebijakan yang matang dan berpihak pada kepentingan bersama.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna RW 016, Pradipta Aryo Wibowo, menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, gate barrier berpotensi besar dalam meningkatkan keamanan lingkungan.
Ia menilai bahwa dengan adanya gate barrier, pengendara yang ugal-ugalan atau melaju dengan kecepatan tinggi di dalam komplek dapat diminimalisir, serta warga non-RW yang masuk ke lingkungan RW 016 dapat melalui proses pendataan dan identifikasi terlebih dahulu.
Dengan adanya kajian bersama ini, diharapkan pembangunan gate barrier di RW 016 dapat menjadi solusi keamanan yang efektif, tertib, serta tetap ramah bagi aktivitas sosial dan keagamaan warga maupun masyarakat umum.
